Berburu Manga dan Novel Boys Love di Hiroshima (Bagian Akhir)

Pengalaman berburu manga dan novel boys love yang sudah saya paparkan di Bagian Awal agak melenceng dari ekspektasi saya sebelum berangkat ke Jepang. Lalu harus bagaimana dong kalau ingin segera beli dan baca manga boys love terbaru sedangkan nggak tahan harus menunggu proses pengiriman dari online shop?

Nah, ternyata di Hiroshima ada beberapa toko spesialis yang bisa diandalkan! Berikut beberapa toko yang pernah dan sering saya kunjungi saat berburu kebutuhan fujoshi.

Continue reading

Advertisements

Berburu Manga dan Novel Boys Love di Hiroshima (Bagian Awal)

Pernahkah Anda, para fujoshi, bermimpi untuk ke Jepang? Saya kira hampir setiap fujoshi memimpikannya, ya. Tentu saja tak terkecuali saya sendiri. Suatu hari, salah satu impian terliar saya akhirnya menjadi nyata dengan cara yang tak terduga beberapa tahun lalu.

Kesempatan untuk belajar di Jepang selama 1 tahun di Universitas H tentu saja harus disyukuri. Hanya saja, yah namanya juga hidup, apa yang saya alami di sana tak selalu berjalan mulus dan menyenangkan. Di saat sulit itulah manga dan novel boys love menjadi penopang jiwa saya. Mungkin terdengar berlebihan, tapi begitulah kenyataannya. Saya ingat sekali sewaktu mengalami hal yang sangat tidak menyenangkan, saya mengayuh sepeda sambil menangis, menembus hujan salju ke Animate terdekat untuk beli manga BL.

Sangat dramatis, bukan?

DSC01141.JPG

Ilustrasi hari bersalju nan kelabu itu.

DSC01100.JPG

Smells Like Green Spirit karya Nagai Saburou yang saya beli di hari kelabu itu. Walhasil, saya jadi menangis semalaman sampai mata bengkak.

 Boys love menjadi salah satu hal paling menyenangkan yang membuat saya mampu bertahan selama bertapa di gunung. Setiap bulan, setidaknya saya selalu membeli 4-5 manga atau novel BL. Kadang saya beli langsung di toko buku yang ada di supermarket dekat kampus, di mall setempat, atau Animate terdekat (30 menit naik sepeda dengan kecepatan saya).

Jika sedang muak bertapa di gunung, saya kabur ke Kota Hiroshima (ibukota Prefektur Hiroshima) untuk belanja manga/novel BL di Comi Comi Studio atau Animate Hiroshima sambil refreshing. Tapi, saya juga sering beli secara online dari Amazon.jp, Comi Comi Studio, Animate Online Shop, atau Toranoana, terutama untuk buku pre-order.

Kalau Anda ke Jepang, mungkin Anda berpikir “toko buku manapun di Jepang pasti punya stok manga/novel BL yang banyak sampai raknya berderet-deret!”. Akan tetapi, sayang sekali harapan tak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Berikut saya paparkan pengalaman dan “kenyataan pahit” di beberapa toko buku biasa maupun toko spesialis kebutuhan otaku/fujoshi yang pernah saya kunjungi di Prefektur Hiroshima.

Continue reading

Review dan Rekomendasi Novel Boys Love: Tonight, The Night – Ichiho Michi

「真知、ひとつだけ約束して」
「いつか、俺のこと好きじゃなくなっても、それはしょうがない。でも俺が子どもだからって理由では別れないで。お願い」
“Machi, berjanjilah”
“Kalau suatu saat nanti Machi sudah tidak mencintaiku, yah mau bagaimana lagi. Tapi jangan putusin aku kalau alasannya hanya karena aku masih bocah. Aku mohon.”

51VnSTIJOJL._SX303_BO1,204,203,200_.jpg

Tonight,The Night (SHY Novels)

Informasi:
Penulis: Ichiho Michi (一穂 ミチ)
Ilustrator: Etsuko (絵津鼓)
Tebal buku: 272 halaman
Penerbit: Taiyo Tosho (大洋図書)
Terbit: 31 Oktober 2015

Sinopsis:
ある夏の日、熱中症にかかった真知は、偶然とおりかかった佑に助けられた。
真知の実家は和菓子屋で、佑は得意先のひとり息子だった。
報われない恋をしている大人とまだ恋をしらない子ども、真知・二十一歳、佑・十二歳、
それがふたりの出会いだった──。

以来、佑はなにかと真知に懐き、少年らしい潔(いさぎよ)さとまっすぐな心を向けてくる。
そして佑は真知に想いを告げる。
「俺、真知が好き。どうしたらいいの」と。幼い告白に真知の心は揺れ──。
(sinopsis diambil dari amazon.jp)

Suatu hari, Machi yang tumbang karena heat stroke ditolong oleh Tasuku, bocah yang kebetulan lewat. Ternyata Tasuku adalah anak salah satu pelanggan setia toko wagashi (kue khas Jepang) yang dikelola oleh keluarga Machi.
Itulah pertemuan Machi (21 tahun) yang diam-diam bertepuk sebelah tangan pada sahabatnya dan Tasuku (12 tahun), bocah yang masih belum mengenal cinta.

Sejak itu, Tasuku semakin akrab dengan Machi, memperlihatkan hatinya yang tulus dan sisi jantanannya sebagai seorang anak laki-laki. Tasuku pun kemudian menyampaikan perasaannya pada Machi.
“Aku suka Machi. Aku harus gimana?”, hati Machi pun digoyahkan oleh pengakuan bocah kelas 6 SD itu.

Continue reading

Kegemaran Membaca Novel BL (Boys Love)

Selain manga, saya juga suka sekali membaca novel BL (boys love) dalam bahasa Jepang. Bahkan belakangan ini, saya semakin gemar berburu dan ‘mencicipi’ novel BL karena banyak sekali novel yang ceritanya bagus.

Kalau diingat kembali, kegemaran ini bermula ketika saya menemukan scan novel BL yang diterbitkan dalam bahasa Inggris sekitar tahun 2007-2008. Saya tidak ingat apa judul novel BL pertama yang saya baca. Tapi saat itu saya sudah baca beberapa novel, di antaranya Don’t Worry Mama, serial The Man Who Doesn’t Take Off His Clothes karya Konohara Narise dan serial The Guilty karya Izumi Katsura. Ketertarikan saya semakin besar ketika menemukan serial novel karya Aida Saki berjudul S (Esu). Ceritanya tentang pasangan bos yakuza (seme) dan petugas kepolisian (uke). Saat itu, saya merasa serial ini berbeda dari sekian banyak manga BL yang sudah saya baca, yah namanya juga masih fujoshi pemula :”P

Tapi novel terjemahan berjudul serial Cold karya Konohara Narise lah yang paling berkesan dan menyulut ‘nafsu’ untuk mengenal dunia novel BL lebih jauh lagi. Bagi saya, serial novel yang terdiri dari Cold Sleep, Cold Light, dan Cold Fever ini luar biasa dalam berbagai arti. Ceritanya cukup berat dan tragis, juga menampilkan adegan kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. Setelah membaca Cold Sleep, saya langsung berpikir “wah, ternyata di genre BL pun ada cerita yang menampilkan sisi gelap manusia seperti ini, menarik sekali jadi ingin baca novel lainnya!”. Konohara Narise kemudian menjadi salah satu novelis boys love favorit saya. Meski kadang ceritanya ‘sakit’ dan tidak baik untuk kesehatan jiwa hehe.

Berawal dari Konohara Narise, saya merasa ternyata novel BL menawarkan banyak hal yang kadang tidak saya temukan pada manga. Seperti tema yang menarik, kedalaman cerita, penggambaran tokoh, dan interaksi antartokoh. Keinginan untuk bisa membaca novel BL dalam bahasa aslinya juga mendorong saya untuk masuk jurusan Sastra Jepang, lho!

Memangnya sudah baca berapa novel sih?

Karena baru mulai sekitar tahun 2012 dan butuh waktu lebih lama dibanding baca manga, jadi baru sedikit yang berhasil saya tuntaskan. Berikut daftar sementara novel boys love dalam bahasa Jepang yang sudah atau sedang saya baca. Sebagian novel (versi cetak maupun digital) saya beli sendiri dan sebagian lagi dari kebaikan orang yang membagikannya di internet hehe. Oh ya, ada beberapa judul yang sampai sekarang belum selesai dibaca karena beberapa faktor, termasuk faktor M = malas dan B = bosan :”p

Continue reading