Review dan Rekomendasi Novel Boys Love: Tonight, The Night – Ichiho Michi

「真知、ひとつだけ約束して」
「いつか、俺のこと好きじゃなくなっても、それはしょうがない。でも俺が子どもだからって理由では別れないで。お願い」
“Machi, berjanjilah”
“Kalau suatu saat nanti Machi sudah tidak mencintaiku, yah mau bagaimana lagi. Tapi jangan putusin aku kalau alasannya hanya karena aku masih bocah. Aku mohon.”

51VnSTIJOJL._SX303_BO1,204,203,200_.jpg

Tonight,The Night (SHY Novels)

Informasi:
Penulis: Ichiho Michi (一穂 ミチ)
Ilustrator: Etsuko (絵津鼓)
Tebal buku: 272 halaman
Penerbit: Taiyo Tosho (大洋図書)
Terbit: 31 Oktober 2015

Sinopsis:
ある夏の日、熱中症にかかった真知は、偶然とおりかかった佑に助けられた。
真知の実家は和菓子屋で、佑は得意先のひとり息子だった。
報われない恋をしている大人とまだ恋をしらない子ども、真知・二十一歳、佑・十二歳、
それがふたりの出会いだった──。

以来、佑はなにかと真知に懐き、少年らしい潔(いさぎよ)さとまっすぐな心を向けてくる。
そして佑は真知に想いを告げる。
「俺、真知が好き。どうしたらいいの」と。幼い告白に真知の心は揺れ──。
(sinopsis diambil dari amazon.jp)

Suatu hari, Machi yang tumbang karena heat stroke ditolong oleh Tasuku, bocah yang kebetulan lewat. Ternyata Tasuku adalah anak salah satu pelanggan setia toko wagashi (kue khas Jepang) yang dikelola oleh keluarga Machi.
Itulah pertemuan Machi (21 tahun) yang diam-diam bertepuk sebelah tangan pada sahabatnya dan Tasuku (12 tahun), bocah yang masih belum mengenal cinta.

Sejak itu, Tasuku semakin akrab dengan Machi, memperlihatkan hatinya yang tulus dan sisi jantanannya sebagai seorang anak laki-laki. Tasuku pun kemudian menyampaikan perasaannya pada Machi.
“Aku suka Machi. Aku harus gimana?”, hati Machi pun digoyahkan oleh pengakuan bocah kelas 6 SD itu.

Ichiho Michi bisa dikatakan salah satu novelis boys love paling terkenal dan sudah menghasilkan banyak karya. Bahkan salah satu novelnya yang berjudul Yes ka No ka Hanbun ka telah diadaptasi ke drama CD. Setelah sekian lama dibuat penasaran, akhirnya saya memilih Tonight, The Night sebagai novel pertama dari Ichiho Michi yang saya baca.

Cerita tentang salah satu tokoh (biasanya seme) memendam rasa pada tokoh utama (biasanya uke dan usianya lebih tua) sejak kecil memang bukan hal baru dalam genre boys love. Nah, bagaimana kalau tokoh utama yang sudah dewasa ‘ditembak’ lalu pacaran dengan anak kelas 6 SD seperti yang terjadi dalam Tonight, The Night? Saya sendiri baru pertama kali baca cerita seperti ini. Eits, jangan membayangkan yang aneh-aneh dulu, karena meski begitu, novel ini menceritakan hubungan yang sehat antara kedua tokohnya, yaitu Machi dan Tasuku.

Tonight, The Night terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama atau bisa dibilang cerita utama menceritakan pertemuan Machi dan Tasuku, kemudian proses mereka berdua bisa tertarik satu sama lain dan memutuskan untuk pacaran. Lalu bagian kedua ― yang sebenarnya masih terbagi lagi ke dalam beberapa cerita pendek― menceritakan perkembangan hubungan Machi dengan Tasuku yang mulai beranjak remaja sampai pada akhirnya Tasuku cukup dewasa untuk *ehm*‘bersatu’ dengan Machi.

Saya pribadi suka sekali cerita sederhana, cukup unik, dan menyenangkan untuk dibaca seperti novel Tonight, The Night. Menurut saya, daya tarik utama cerita ini adalah tokoh Tasuku. Saya sudah cukup banyak membaca berbagai manga atau novel boys love tapi belum pernah menemukan tipe seme seperti Tasuku. Sejak masih bocah, Tasuku ingin selalu terlihat keren dan dewasa di mata Machi. Namun terkadang dia juga menggunakan posisinya sebagai anak-anak sebagai ‘senjata’ untuk ‘mengaduk-aduk’ hati Machi dan hati saya. Apalagi meski pasangan ini sedang bertengkar, Tasuku tidak pernah lupa mengucapkan terima kasih pada Machi. Haduh pokoknya Tasuku benar-benar bibit supadari (super darling) unggulan, deh!

Menurut saya Tonight, The Night memuaskan dan sukses menjadi ‘makanan pembuka’ yang membuat saya semakin bernafsu untuk ‘mencicipi’ karya Ichiho Michi lainnya. Terlebih lagi, ilustrasinya dikerjakan oleh Etsuko, salah satu mangaka boys love yang paling saya suka. Gaya ilustrasi Etsuko-sensei yang minimalis nan manis cocok sekali dengan cerita novel ini Tasuku ganteng banget!.

Saking menariknya, sekali mulai baca rasanya sulit untuk berhenti. Makanya saya bisa selesai baca novel ini hanya dalam 2 hari. Gaya bahasa Ichiho-sensei juga bisa dibilang cukup ramah bagi orang asing yang sedang belajar bahasa Jepang karena tidak begitu banyak menggunakan istilah maupun kanji yang sulit. Hanya saja cerita seputar kehidupan sehari-hari seperti ini mungkin kurang cocok bagi Anda yang mengharapkan cerita dramatis penuh darah dan air mata atau yang banyak adegan dewasanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s